• |
  • Call Center 021 - 749 0932

Membidik Lembaga Pendidikan yang Membahagiakan Anak

Penulis : Admin | 17/Jun/2020 11:34

Image

Membidik Lembaga Pendidikan yang Membahagiakan Anak

Oleh : Nana Sujana

Setiap orang tua tentu menghendaki anak-anaknya bisa bahagia lahir dan batin. Menginginkan anak-anaknya selalu ceria, penuh canda tawa dan tidak merasa terbebani atas semua persoalan kehidupan ini. Termasuk di dalamnya setiap orang tua menginginkan Pendidikan yang terbaik buat anak-anaknya, sekolah yang berkualitas baik dan membahagiakan buat putra putrinya. Dimana, ketika anak-anak berangkat sekolah penuh semangat menggelora, mampu belajar dengan maksimal, dan ketika pulang ke rumah tetap tersenyum penuh kepuasan. Itu semua adalah idealisme dan harapan setiap orang tua yang menyekolahkan anak-anaknya, oleh sebab itu orangtua akan mencari lembaga pendidikan yang baik dan berkualitas.

Salah satu fungsi lembaga pendidikan adalah menjadikan anak bahagia lahir dan batin. fungsi ini tentunya adalah salah satu persoalan yang paling penting sekaligus paling sulit dicapai karena tidak semua lembaga pendidikan mampu menjadikan anak didiknya bisa bahagia lahir dan batin.

Salah satu indikator sebuah lembaga pendidikan dikatakan mampu membahagiakan anak adalah anak merasa betah dan nyaman ketika tinggal di sekolah, anak bisa betah berlama-lama tinggal disekolah, anak-anak seolah menemukan sebuah dunianya yang sangat menyenangkan, sampai-sampai anak agak sulit apabila diminta kembali pulang ke rumahnya. Hal ini dikarenakan anak merasa nyaman dan bahagia ketika berada di lingkungan sekolah, anak sangat antusias ketika mereka akan berangkat sekolah, dan tidak akan susah untuk pergi ke sekolah karena dalam diri anak sudah terbentuk satu image baik tentang sekolah yang akan ditujunya, bahkan anak akan merasa sangat bosan ketika harus libur panjang di rumah, apalagi saat ini ketika terjadi pandemic covid -19 di seluruh dunia, dimana anak anak dipaksa harus belajar di rumah dengan sistem belajar online.

Pertanyaannya kenapa anak bisa merasa betah dan nyaman ketika tinggal di sekolah? Ada beberapa hal-hal yang menjadikan anak bisa merasa betah dan nyaman ketika tinggal di sekolah seperti :

  1. Lingkungan  sekolah yang bersih dan asri

Lembaga Pendidikan yang baik harus mampu menciptakan susana sekolah yang bersih dan asri. Anak-anak akan merasa lebih baik dan senang ketika berada di lingkungan yang sejuk, banyak pepohonan tempat berteduh dan bersih dari sampah. Dan orang tua juga senang menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang asri, bersih dan terjaga keasriannya. Sebuah lembaga pendidikan yang lingkungannya kotor, jorok maka sudah pasti tidak akan diminati dan akan tutup.

  1. Suasana sekolah yang aman, nyaman dan jauh dari bulliying

Lembaga pendidikan yang baik harus mampu menciptakan susana sekolah yang aman, nyaman dan jauh dari bulliying. Anak-anak harus terhindar dari rasa kekhawatiran dan ketakutan yang disebabkan oleh suasana sekolah yang tidak aman dan nyaman seperti : adanya pelaku bulliying yang bebas berkeliaran, adanya perkelahian pelajar, banyaknya hukuman yang diberikan sekolah kepada anak-anak, guru yang killer, dan hal hal lain yang membuat anak tidak merasa aman dan nyaman tinggal di sekolah.

  1. Proses belajar mengajar yang menyenangkan dan tidak membosankan

Lembaga pendidikan yang baik harus mampu menciptakan proses belajar mengajar yang menyenangkan dan tidak membosankan, lembaga pendidikan selalu melakukan berbagai macam inovasi-inovasi baru dalam bidang kurikulum pendidikan yang kreatif baik dalam hal metode pengajaran, strategi, KBM, evaluasi dan lain-lainya.  Ketika anak-anak belajar akan merasakan sebuah pengalaman belajar yang menyenangkan jauh dari stress dan tekanan, anak-anak merasa sedang bermain padahal dalam sebuah proses belajar mengajar di sekolah. Sebagai contoh anak-anak diberikan pembelajaran dengan berbasis proyek atau berbasis masalah (Problem Based Learning), anak-anak secara tidak sadar belajar banyak hal dari proyek-proyek itu. Sebuah contoh ketika anak-anak belajar tentang hewan dengan model PBL, anak-anak diajak untuk mengamati secara langsung apa yang akan mereka pelajari terus mencari persoalan atau masalah yang ada, kemudian anak-anak mencoba mediskusikan mencari tahu bagaimana mengatasi persoalan yang timbul tersebut lalu terakhir anak-anak diminta maju dihadapan teman-temanya untuk bercerita atau mempresentasikan tentang kejadian yang dialaminya. Dari model ini, anak-anak mendapatkan banyak hal, antara lain pengalaman praktik langsung (eksperimen), mampu menganalisa suatu persoalan, mencari solusi atas sebuah persoalan, berlatih diskusi dan berkolaborasi, dan keberanian bicara di depan oranng lain. Sama halnya ketika belajar bidang agama, tidak melulu berbica tentang hafalan ayat dan mengahafal konsep sifat-sifat baik. Tetapi, lebih dari itu yang dinginkan anak-anak mampu melakukanya, bagaimana ketika belajar agama mampu membangkitkan kesadaran untuk berbuat sesuai ajaran agama dan mampu mempraktikan dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya anak-anak tidak dibebani dengan jadwal pelajaran yang ketat, materi pelajaran yang terlalu banyak dan harus menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) yang banyak, sehingga anak-anak kehilangan waktu berharganya untuk bermain dan berkumpul dengan keluarga.

  1. Waktu istirahat yang cukup

Waktu istirahat yang cukup buat anak sangat diperlukan oleh anak dan hal tersebut adalah suatu hal yang sangat menyenangkan bagi anak-anak. Waktu istirahat adalah sebuah momen yang istimewa buat anak-anak, dimana waktu tersebut digunakan untuk bercengkrama dengan teman-teman lainnya, waktu bermain yang asyik dengan teman-teman, dan juga waktu jajan dikantin sambil ngobrol bebas tentang berbagai tema yang menyenangkan. Mereka akan merasa rugi dan protes apabila waktu bermainya dikurangi apalagi sampai ditiadakan. Waktu istirahat adalah satu keasyikan sendiri bagi anak-anak sekolah apalagi di sekolah yang terlalu akademik oriented yang dipenuhi tugas-tugas yang banyak.

  1. Guru-guru yang ramah dan penuh perhatian

Guru-guru dalam lembaga pendidikan yang baik harus menyadari sepenuhnya bahwa semua dorongan atas perbuatan dan tindakan yang dilakukannya semata-mata berangkat dari rasa cinta (kasih sayang) semata. Dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik maka ia akan mendidik dengan penuh rasa cinta, ia mencoba mempraktikan berakhlak dengan akhlak Allah, meniru asmaul husna ar-rahman dan ar-rahim (Maha pengasih dan penyayang) bahkan dalam memberikan sanksi tidak akan keluar dari rasa cinta kepada siswanya bukan atas dasar dendam dan kebenciaan. Sanksi yang diberikan guru kepada muridnya sebagai bentuk kasih sayang agar muridnya menyadari kesalahannya dan tidak terjerumus pada tindakan yang salah. Guru akan mendisiplinkan anak dengan disiplin yang positif.

Guru tidak akan mudah marah karena hal yang sepele dan tidak penting, bahkan ia tidak menyimpan sedikitpun rasa benci dalam hatinya. Ia sangat mengharapkan agar semua murid-muridnya menjadi manusia yang cerdas, berhasil dan memiliki akhlak yang mulia.

Dalam menjalankan tugasnya guru yang baik memiki rasa kepedulian yang tinggi kepada seluruh murid-muridnya, ia memberikan perhatian yang tulus kepada murid-muridnya,  ia tidak menginginkan ada murid-muridnya yang merasa sedih karena tidak bisa menerima pelajaran darinya, ia selalu merespon pembicaraan atau pertanyaan anak didik, selalu berusaha memberikan perhatian kepada setiap muridnya tanpa membeda-bedakan satu sama lain.

  1. Lingkungan bermain yang menyenangkan

Tidak dipungkiri bahwa dunia anak adalah dunia bermain, anak-anak akan merasa bahagia apabila di tempat mereka menimba ilmu terdapat aneka bermain yang menyenangkan seperti ada area taman bermain, aneka permainan yang seru dan menantang, perpustakaan, dan lain-lain. Maka lembaga pendidikan yang baik harus mampu menyediakan sebuah Lingkungan bermain yang menyenangkan bagi anak-anak. Sebuah Lembaga Pendidikan yang gersang, sempit, kotor dan tidak menyiapkan lingkungan bermain yang menyenangkan buat anak  maka sudah pasti tidak akan diminati dan akan tutup.

Demikian beberapa hal yang membuat anak bisa bahagia Ketika berada di lingkungan sekolah. Kebahagiaan tidak hanya diukur oleh seberapa besar capaian-capain kesuksesan materi yang didapat, tetapi anak-anak adalah makhluk yang unik penuh dengan teka-teki, masa depanya penuh dengan misteri. Tidak ada satupun orang tua di dunia ini mampu memprediksi secara akurat anak-anaknya akan menjadi apa dan seperti apa. Lantas seberapa penting kita sebagai orang tua mampu menyiapkan ini semua untuk kebahagiaannya. Minimalnya orang tua bisa memilihkan sekolah yang tepat buat anak-anak, sekolah bisa membuat anak-anak bahagia. Lembaga pendidikan sudah seharusnya memiliki visi dan misi untuk mendukung anak-anak tetap aman, nyaman, dan bahagia. Bagaimana menciptakan suasana belajar yang menggairahkan dan menyenangkan jauh dari tekanan dan stres.

Yayasan Amal Khair Yasmin adalah sebuah Lembaga Social Enterprise yang salah satu programnya menyelenggakan pendidikan formal dan non formal yang berorientasi pada pendidikan berkualitas dan berupaya dalam membahagiakan anak lahir dan batin. Ketika lembaga pendidikan menjadi sekolah yang membahagiakan bagi anak-anak hampir bisa dipastikan, di masa yang akan datang anak-anak akan tampil dengan performa yang maksimal dan akhirnya anak-anak bisa tampil cemerlang dalam kehidupannya kelak. Layaklah kiranya kita menyambut anak-anak kita dengan mengatakan “Selamat Datang di Sekolah yang Membahagiakan”. 

( NS )


Tag :