HUMANIA

Belajar Bicara Sopan Santun

Hari-hari ini, masyarakat Indonesia resah oleh banyaknya ujaran kebencian atau caci maki (hate speech) di media sosial (medsos) seperti WA, FB, Instagram, dan lain-lain. Hate speech tidak saja mengarah pada dunia politik, tapi juga agama. Di WA dan FB, misalnya, beredar rekaman hate speech tokoh-tokoh agama untuk menghina tokoh-tokoh agama yang lain. Hate speech sudah menjadi penyakit yang menakutkan yang bisa mempengaruhi generasi muda. Presiden sudah mengingatkan pengguna medsos untuk tidak mengumbar hate speech. Presiden minta agar pengguna medsos memakai bahasa yang sopan santun. Dengan bahasa yang sopan, hubungan persahabatan dan kekeluargaan akan tumbuh.Menulis kata-kata dan berbicara yang sopan memang perlu dipelajari dan dibiasakan. Khusus bagi anak-anak, sopan santun adalah pelaja... Selengkapnya


Mengajarkan Anak untuk Toleran Terhadap Sesama

Sikap toleran dan menerima perbedaan hanya bisa tercipta jika seseorang memahami dan menghayati adanya keanekaragaman dalam hidup. Dalam teori  Turner, sikap toleran dan menerima perbedaan, bisa dibangun dengan cara mengajak manusia untuk menyaksikan “kehidupan atau pengalaman hidup” yang berbeda dengan yang dialaminya sendiri.Bila anak-anak terbiasa hidup dengan melihat “perbedaan” dan dia menerima perbedaan itu dengan senang hati, maka dalam dirinya akan tumbuh sikap toleran dan menghargai orang lain. Salah satu cara untuk menimbulkan sikap toleran itu, misalnya, mengajak mereka mengenal teman-temannya dari sekolah yang berbeda agama. Anak-anak perlu diperkenalkan dengan kehidupan mereka, dengan peribadatan mereka, dan bila perlu “home stay” bersama keluarga mereka. Deng... Selengkapnya


Ibu, Sang Pendidik Sejati

Begitu besar peran seorang ibu dalam mendidik anak-anaknya, maka tidak dapat dipungkiri bahwa ibu adalah madrasah yang pertama. Seorang Kartini pun mengakui hal itu, yang diutarakan lewat sebuah surat kepada Prof. Anton dan istrinya : “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. [Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902]. Baca juga artikel ini Mendidik anak dengan kasih sayang     &n... Selengkapnya


Tips Menghadapi Gempa Bumi

Musibah itu terkadang datang secara tiba-tiba, kita tidak akan tahu kapan akan terjadi musibah, misalnya saja musibah gempa bumi, nah disini saya akan kasih tips menghadapi gempa bumi, silahkan disimak.***  Jika berada di dalam rumah: Masuklah ke bawah kolong meja untuk melindungi tubuhmu dari jatuhan benda-benda. Jika kamu tidak memiliki meja, lindungi kepalamu dengan bantal. Jika kamu sedang menyalakan kompor, matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.***  Jika berada di luar rumah: Lindungi kepalamu dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepalamu dengan menggunakan tangan, tas atau apa pun yang kamu bawa.***   Jika kamu berada di mall, biosko... Selengkapnya


Pendidikan Menghadapi Gempa

Rabu 7 Desember  2016 (7/12/016), Indonesia kembali dikejutkan dengan gempa bumi. Kali ini, seperti mengulang peristiwa gempa dahsyat 26 Desember 2004 (26/12/2004) yang menewaskan 200.000 orang, gempa itu kembali mengguncang Aceh. Kabupaten Pidie Jaya, adalah daerah yang paling parah terguncang gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter tersebut. Sekitar 10.000 orang lebih di Pidie Jaya menderita kekurangan pangan dan air bersih akibat gempa itu. Sedangkan korban tewas mencapai 100 jiwa lebih. Ribuan bangunan seperti  rumah, mushala, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum lain roboh. Indonesia adalah negara yang rawan gempa. Negeri kepulauan ini terletak di jalur pertemuan tiga lempeng dunia, yaitu lempeng Indo Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Asia Pasifik. Hal ini mengakibatka... Selengkapnya


Mendongeng membuat anak cerdas

Setelah gadget atau hand phone (HP) kian populer, orang tua tampaknya tidak punya gairah lagi untuk memberikan dongengan kepada anak-anaknya di rumah. Alih-alih mendongeng, orang tua lebih memberikan HP kepada anak-anaknya untuk main games, menonton youtube, dan berbagai aplikasi permainan yang lain. Baca juga artikel ini Mendidik anak dengan kasih sayang             Pendidikan Karakter Mencintai Anak, Membahagiakan AnakPadahal, orang tua zaman dulu punya tradisi mendongeng untuk anak-anaknya sebelum tidur. Tradisi mendongeng ini ternyata sangat baik untk perkembangan kecerdasan anak. Mendongeng memberikan imajinasi kepada anak-anak sehingga otak mereka terlatih untuk menggambarkan sesuatu yang tak terlihat oleh mata dan tak terdengar oleh telinga. ... Selengkapnya


Islam dan Keindahan

Islam itu indah. Islam itu tentram. Seorang yang beriman dan berilmu niscaya hidupnya akan indah dan tentram. Nabi Muhammad, misalnya, adalah sosok yang selalu menunjukkan wajah yang tenang, senyum, dan damai. Sikap Rasul yang indah itulah yang membuat banyak sahabatnya merasa nyaman berada di samping beliau.     KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, pernah ditanya santrinya tentang agama Islam."Kyai, yang disebut agama itu sebenarnya apa?" Tanya seorang santri kepada KH Ahmad Dahlan.Baca juga artikel iniPendidikan KarakterMenuju Pendidikan Gratis dan BerkualitasPuasa dan Pendidikan KH Ahmad Dahlan tidak segera menjawab pertanyaan santri tadi.  Malah beliau mengambil biola, kemudian menggesek alat musik favoritnya  itu dengan  memainkan nada-nada tembang “A... Selengkapnya