HUMANIA

Pendidikan Pancasila untuk Anak-anak

Budi dan Joni berkelahi. Gara-garanya sepele: Sepeda Budi tidak sengaja menabrak mobil mainan Joni sampai hancur. Mulanya Joni geram. Marah karena mobil-mobilannya rusak. Joni pun mengumpat budi. Merasa dihina, Budi pun marah. Dan perkelahian tidak dapat dihindarkan. Ketika sedang berkelahi, muncullah kesadaran Joni. “Sudah Bud, saya minta maaf. Seharusnya saya tidak marah karena tertabraknya mobil-mobilan saya ini. Saya mungkin salah karena menaruh mainan saya di pinggir jalan,” kata Joni. Mendengar ajakan damai Joni, Budi pun menghentikan jotosannya. “Saya juga minta maaf karena emosi tadi. Seharusnya saya pun minta maaf karena telah menabrak mainan kamu,” ujar Budi. Baca juga artikel iniPendidikan Karakter           Pendidikan Puasa Untu... Selengkapnya


Pak Tua, Telaga dan Garam Itu!

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu. “Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping. Pak Tua sedikit tersenyum. Lalu ia mengajak tamunya untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdam... Selengkapnya


Menengok Kurikulum Pendidikan di Inggris

Inggris adalah negara yang sistem pendidikannya diakui dunia sangat bagus. Karena itu banyak sekali pelajar non-Inggris menuntut ilmu di negara tersebut, termasuk dari Indonesia. Berikut ini cerita seorang ayah yang anaknya pernah sekolah SD di Inggris. Meski sistem pendidikan di Inggris sangat maju, ternyata kurikulum di sekolah-sekolah Inggris untuk anak SD sangatlah ringan. Mata pelajarannya hanya reading, writing, speaking, listening, mathematics and sciences. Ini yang dilaporkan di progress report anak-anak. Tapi jika kita cermati, intinya hanya dua mata pelajaran yaitu bahasa yang dijabarkan di dalam empat kemampuan (reading, writing, speaking, listening), kemudian matematika dan ilmu alam (science). Baca juga artikel iniPendidikan Karakter         &nb... Selengkapnya


Melihat Sistem Pendidikan Jepang

Jika kita melihat kemacetan di Jakarta, ternyata persoalannya bukan hanya jalan rayanya kecil dan kendaraannya banyak – tapi juga persoalan disiplin para pengemudi. Para pengemudi kendaraan bermotor – entah itu truk, bus, sedan, bahkan sepeda motor – banyak yang melanggar aturan lalu lintas. Lampu lalu lintas “merah, kuning, hijau” pun seakan tak berfungsi. Kenapa demikian? Masyarakat tak peduli karena sudah bosan melihat pelanggaran lalu lintas seperti itu. Lama-lama, masyarakat pun apatis. Kemudian jadi kebiasaan. Lalu jadi karakter. Di Jepang, kondisinya berbeda sekali. Masyarakat taat peraturan lalu lintas. Jika ada yang tidak taat, si pelanggar aturan lalu lintas akan malu sendiri. Ketaatan berlalu lintas sudah menjadi karakter masyarakat Jepang. Akio Morita, pendiri Sony C... Selengkapnya


Sang Pemancing Cilik

Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat menikmati permainannya. Selain asyik bermain, si anak juga sering memerhatikan pamannya yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. Setiap kali bermain di sungai, setiap kali pula ia selalu melihat sang paman asyik mengulurkan pancingnya. Kadang, tangkapannya hanya sedikit. Tetapi, tidak jarang juga ikan yang didapat banyak jumlahnya. Baca juga artikel iniPuisi Sang Sufi           Rumi, Bermusik dan Berpuisi untuk Tuhan"Bahasa" Allah SWT    Suatu sore, saat sang paman bersiap-siap hendak pulang dengan ikan hasil tangkapan yang hamp... Selengkapnya


Keajaiban Membaca dan Menulis

Membaca adalah keajaiban. Dan keajaiban membaca adalah menambah pengetahuan, menyehatkan tubuh, mendamaikan hati, dan memperkaya hidup. Maka dari itu, isilah hidup ini dengan banyak membaca. Jika hal itu kita lakukan, niscaya kesehatan kita baik fisik, psikis, lahir dan batin akan membaik. Apalagi setelah membaca, kita endapkan pengetahuan yang berhasil dikumpulkan otak kita, lalu kita tulis sesuai persepsi kita. Di bawah ini, kita kutip tujuh keajaiban membaca dan menulis. Baca juga artikel iniMendidik Anak Menjadi Anak Saleh           Mendidik Anak Agar Pintar dan CerdasPentingnya Pendidikan Musik Bagi Anak     1. Membaca buku sama dengan menumbuhkan dendrit Menurut sebuah penelitian, kegemaran memebaca buku akan membuat se... Selengkapnya


Menggapai Mimpi Melalui Sekolah Gratis

Yunia Faizah Arsy, namanya. Anda cukup memanggilnya Faizah. Terlahir dari keluarga berekonomi pas-pasan, Faizah tak pernah takut bermimpi. “Mimpi itu gratis,” kata Faizah, “Dan saya bermimpi menjadi sarjana yang hebat. Saya ingin jadi doktor, S-3 bidang kimia.” Mimpi Faizah, gadis kecil yang lahir 3 Juni 1992 lalu itu, sering diuatarakan kepada ibunya, Sholihah. Merasa dirinya tak mampu secara ekonomi untuk mewujudkan mimpi anak perempuannya itu, Sholihah hanya bisa memberikan harapan kepada Faizah. Memberi harapan itu juga gratis, bukan? Sholihah tak pernah membunuh impian Faizah. Baca juga artikel ini Menuju Pendidikan Gratis Berkualitas              Pentingnya Pendidikan Musik Bagi Anak Sekolah Gratis, Guru Berkualitas. Kenapa Tida... Selengkapnya