HUMANIA

Hari Buku untuk Pendidikan Nasional

Setiap 17 Mei Bangsa Indonesia memperingati Hari Buku Nasional. Sebuah peringatan yang tidak semua orang mengetahuinya. Mungkin hanya orang-orang tertentu yang gemar membaca saja yang sadar bahwa Bangsa Indonesia sebenarnya berusaha untuk menghargai buku sehingga memiliki Hari Buku Nasional. Hari Buku Nasional (HBN) memang tak seheboh Hari Kemerdekaan Nasional (17 Agustus) atau Hari Pahlawan (10 Nopember). Tapi tidak berarti HBN tidak mempunyai arti penting bagi bangsa Indonesia. Malahan sebaliknya, HBN sebetulnya punya arti yang sangat besar bagi perkembangan dan kemajuan bangsa. Ini karena buku adalah mitra pendidikan yang tak terpisahkan. Dan pendidikan nasional adalah landasan terpenting untuk membangun bangsa. Baca juga artikel ini Belajar Bahasa Halus, Mendidik Budi Pekerti ... Selengkapnya


Masalah Kecil Yang Jadi Besar

Pada suatu hari, seekor tikus sedang mencari makan. Seperti biasa, dia menyelinap masuk ke dalam gudang. Saat sibuk meraba-raba gudang yang gelap, tikus menemukan sebongkah keju yang sangat besar. Tapi sayang, keju tersebut melekat pada alat perangkap tikus yang terbuat dari besi. Sebuah perangkap yang mampu menghancurkan tubuh tikus hanya dalam beberapa detik saja. Baca juga artikel ini Believe in Your God!              Kehilangan Cinta untuk Diri Sendiri      Tikus pun tak berani mendekati perangkap itu. Lalu, ia menemui ayam. “Hei ayam, di gudang ada perangkap tikus! Berhati-hatilah saat memasuki gudang!” kata tikus. “Perangkap tikus itu harus disingkirkan supaya tidak membahayakan makhluk lain,” ujar sang tikus. Tapi ap... Selengkapnya


Tragedi Yuyun dan Hilangnya Moral Pendidikan

Tragedi yang menimpa Yuyun, siswi SMP Rejang Lebong, Bengkulu yang diperkosa dan dibunuh 14 remaja, sungguh mengiris hati siapa pun, terutama para pendidik. Kenapa hal itu terjadi? Di mana “jejak-jejak moral” pendidikan yang pernah mereka (para pelaku) jalani sejak SD, SMP, dan SMA? Masyarakat jelas sangat marah terhadap para pelaku – tapi cobalah melihat “ke dalam” diri kita, kenapa hal itu bisa terjadi. Menurut informasi, para pelaku perkosaan dan pembuhuhan itu sebelumnya menenggak minuman keras dan suka menonton film porno. Mungkin dua hal ini saja, patut kita perhatikan. Dan pemerintah seharusnya punya perhatian spesial terhadap dua komoditas madat (minuman keras dan pornografi) tersebut. Baca juga artikel ini Zikir, Connecting to Allah         ... Selengkapnya


Believe in Your God!

Be Yourself. Believe to yourself! Itulah kredo motivasi orang-orang modern. Para motivator terkenal seperti Anthony Robbins, Brian Tracy, atau Tung Dasem Waringin sering memakai "kata-kata sakti" itu untuk menggerakkan salesman, agen asuransi, olahragawan, dan lain-lain agar mencapai prestasi puncak. Hasilnya? Jika sukses, ia membusungkan diri, seakan-akan keberhasilannya berkat "him/herself". Jika gagal, frustrasi, bahkan bunuh diri. Believe to yourself mengandaikan manusia mampu mencapai prestasi atau cita-cita setinggi-tingginya karena kepercayaan terhadap dirinya yang kuat. God is you, kata Robbins. Banyak orang terbawa emosi karena "mantra" para motivator itu. Robbins dan Tracy tanpa kita sadari menggiring kita untuk mematri "thulul amal" dalam pikiran kita. Dalam kitab Minhajul Abidi... Selengkapnya


Menjadi Orang Tua Asuh Itu Menyenangkan

Namanya keren: Abu Hanifah. Nama seorang imam mazhab yang pengikutnya kebanyakan tinggal di Pakistan, India, dan Asia Tengah. Tapi bagi Abu Hanifah yang ini, nama keren itu.. mungkin cermin dari keinginan orang tuanya agar kelak sang anak menjadi orang seperti imam mazhab tersebut. Lalu, mungkinkah orang tua Abu Hanifah yang miskin itu mampu menyekolahkan anaknya hingga menjadi seorang ulama yang hebat? Secara personal, mungkin sulit. Tapi ada cara lain untuk bisa menyekolahkan anak itu hingga pendidikan tertinggi. Yaitu dengan mencari orang tua asuh. Baca juga artikel iniPendidikan Karakter           Pendidikan Puasa Untuk AnandaMenuju Pendidikan Gratis Berkualitas     Itulah yang dialami Abu Hanifah. Hanifah selama ini tinggal ... Selengkapnya


Ki Hajar dan Pendidikan yang Berperadaban

Tanggal 2 Mei, selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Tanggal tersebut merupakan hari kelahiran tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara. Beliau dikenal sebagai tokoh yang sangat peduli dengan dunia pendidikan dan kebudayaan. Bagi Ki Hajar, pendidikan harus menghasilkan manusia yang berilmu, beriman, dan berbudaya. Bukan hanya manusia yang pandai dan menguasai ilmu. Sebab, kata Ki Hajar – orang pandai dan berilmu jika tidak beriman dan berbudaya maka sangat berbahaya. Baca juga artikel iniMendidik Anak Menjadi Anak Saleh           Mendidik Anak Agar Pintar dan CerdasPentingnya Pendidikan Musik Bagi Anak     Dengan demikian, pendidikan, menurut Ki Hajar, adalah sebuah proses pembudayaan. Yaitu suatu usaha un... Selengkapnya


Mendidik Anak Menjadi Kreatif

Setiap orang tua pasti ingin punya anak yang kreatif. Mengapa? Anak yang kreatif itu menyenangkan, Anak kreatif itu itu pintar dan cerdas. Ia, misalnya, bisa membuat mobil mainan sendiri. Ia bisa melukis dengan sangat bagus dan terkadang hasil lukisannya bisa dijual karena disukai orang. Tak sedikit anak-anak kreatif, meski masih sangat muda, sudah bisa mencari uang sendiri dengan menjual kreativitasnya. Misal membuat komik, neniup seruling, menari, dan lain-lain. Dengan memiliki anak yang kreatif , orang tua tidak terlalu khawatir terhadap masa depan anaknya. Orang tua berpikir, keberhasilan anaknya di masa depan sudah terbayang . Yaitu dengan mengeksplorasi kreativitasnya. Entah itu dalam bidang seni musik, seni lukis, seni tari, seni suara, modifikasi kendaraan bermotor, kul... Selengkapnya