HUMANIA

Kehilangan

Setiap manusia pasti pernah mengalami kehilangan -- tidak saja harta, tapi juga kesehatan, kehormatan, kekasih, kebahagiaan dan cinta. Bahkan, keberhasilan yang dicapai seseorang -- kata psikolog Harold H Bloomfield -- pada sisi tertentu sebetulnya merupakan suatu kehilangan. Yaitu, kehilangan sasaran yang akan diperjuangkan. Ada orang yang bisa bersabar menerima musibah kehilangan. Namun, banyak pula yang bingung, stres, bahkan gila karena tidak bisa menerima kehilangan tersebut. Keterikatannya yang kuat pada sesuatu yang dimilikinya menjadikan 'jiwanya terputus dan hampa' jika sesuatu itu hilang. Kehilangan bisa menimpa siapa saja. Tak pandang bulu. Lelaki, perempuan, anak-anak, orang tua, orang desa, orang kota. Siapa saja. Ini karena kehilangan adalah sebuah proses yang harus dilalui d... Selengkapnya


Kartini dan Pendidikan Kaum Wanita

Tiap tanggal 21 April, Bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Hari Kartini diperingati karena kita berhutang budi atas jasa-jasa Raden Ajeng Kartini (21 April 1879 – 17 September 1904) untuk meningkatkan pendidikan kaumnya, wanita Indonesia. Sejak muda, Kartini punya cita-cita untuk mengangkat harkat kaum wanita. Saat itu, di abad ke-18, wanita di Jawa memang perannya sangat marjinal. Sebagian besar wanita saat itu buta huruf. Mereka juga kebanyakan nikah di usia dini. Dalam kondisi itulah Kartini muda punya cita-cita ingin mengangkat derajat kaum wanita Indonesia agar setara dengan kaum pria. Menurut Kartini, perempuan dan laki-laki harus saling memerdekakan, saling memajukan, dan bersanding bersama melahirkan keadilan. Di zaman Kartini hidup, perempuan tidak berhak mendapat k... Selengkapnya


Surat Kartini yang Menginspirasi

RA Kartini yang hari kelahirannya, 21April diperingati Bangsa Indonsia, sebetulnya seorang gadis yang bernasib tragis. Betapa tidak, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, Bupati Jepara ini, sejak kecil hidupnya merasa terkungkung dan tidak mampu berbuat apa-apa, kecuali memberontak melalui surat-surat yang dikirimkannya kepada orang-orang Barat yang dikenalnya. Namun demikian, pemberontakan Kartini ini luar biasa. Meski fisiknya terperangkap dalam tembok-tembok keraton, tapi fikirannya tetap bebas menggugat tradisi yang membelenggunya. Di tengah perjuangannya untuk mensejajarkan harkat dan pendidikan kaum wanita , tiba-tiba Kartini disuruh menikah oleh ayahnya dengan Bupati Rembang K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Jelas, perni... Selengkapnya


Puisi Sang Sufi

Betapa menakjubkan Aku dapat mengambil gayung Aku dapat menyiduk air Itulah puisi sederhana dari seorang sufi tak dikenal yang tinggal di sebuah dusun. Mungkin, kita menganggap puisi itu teramat sederhana. Tapi, bagi sang sufi, puisi itu sungguh hebat karena ia mengungkapkan ketakjuban yang luar biasa dari kemampuan dirinya. Apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti berjalan, membaca, makan, dan minum -- tampaknya sangat sederhana. Kita tak merasakan sedikit pun bahwa semua itu merupakan ''rangkaian'' pelbagai proses yang amat rumit, kompleks, dan melibatkan perubahan fisika, kimia, dan biologi. Berjalan, misalnya, sepintas tampak sederhana. Padahal, ada ribuan reaksi biokimia -- mulai dari instruksi otak, pembuluh darah, hingga kontraksi otot kaki. Bagi si lumpuh, be... Selengkapnya


Penderita Tuna Netra dan Autis yang Jago Musik

Lahir dengan kebutaan dan gerak reflek yang tak terkendali (autis), apa yang bisa diharapkan bayi seperti itu untuk masa depannya? Endang Dewi Mardeyani, ibu yang melahirkan Muhammad Ade Irawan -- bayi tuna netra dan autis itu -- sungguh sedih. Begitu pula ayahnya, Irawan Subagio. Tapi sebagai orang yang beriman, Endang dan Irawan yakin bahwa Allah menciptakan Ade dengan ketidaksempurnaan fisiknya itu, mempunyai tujuan terbaik untuk keluarganya. Ade lahir di Inggris, Januari 1994 lalu. Ibunya adalah staf di kantor Kedubes RI di London. Ayahnya seorang wiraswastawan. “Saya kaget dan sedih sekali begitu melihat anak saya tumbuh tidak normal. Matanya buta dan gerak-geriknya tak terkendali,” ujar Endang. Tapi saya tetap mencurahkan kasih sayang sepenuh hati kepada Ade. Sejak u... Selengkapnya


Cinta untuk Diri Sendiri

''Pernahkah Anda melihat orang yang berbuat jahat terhadap orang yang amat dicintainya?'' seseorang bertanya pada Abu Dzar al-Ghiffari, sahabat Rasulullah SAW. ''Pernah, bahkan sering,'' jawab Abu Dzar. ''Dirimu sendiri itu adalah orang yang paling kamu cintai. Dan kamu berbuat jahat terhadap dirimu bila durhaka kepada Allah,'' jelasnya. Dengan mengacu pada pendapat Abu Dzar tadi, sebenarnya banyak di antara kita yang tega berbuat jahat terhadap 'orang' yang amat dicintainya. Tapi anehnya, kita -- yang gemar berbuat dosa -- lupa bahwa apa yang kita lakukan sesungguhnya merupakan perwujudan kebencian terhadap diri sendiri. Cinta adalah fitrah yang diberikan Allah untuk semua makhluk guna mempertahankan eksistensinya. Manusia berkembang biak karena cinta. Kelestarian lingkungan menjadi kep... Selengkapnya


Ujian Nasional

Siswa SMA/SMK/Aliyah saat ini tengah melaksanakan ujian nasional. UN -- ritual tahunan sistem pendidikan nasional ini -- tiap tahun membuat anak-anak deg-degan. Lulus atau tidak. Jika lulus, ough ..seakan dunia menjadi miliknya. Tapi jika gagal, dunia seperti melecehkannya. Sepertinya semua orang menghardiknya: anak bodoh...anak malas! Malu dan gelap. Itulah sebabnya, banyak anak SMA yang tres jika tidak lulus. Bahkan ada yang bunuh diri. UN adalah monster sistem pendidikan nasional. Sebelumnya, dua tahun lalu, monster itu sangat jahat. Gara-gara gagal UN, belajar keras selama tiga tahun di SMA tak ada artinya. Gagal UN berarti tak bisa meneruskan kuliah. Ijasahnya pun tak ada artinya. Dunia kiamat. Itulah sebabnya banyak anak stres, bahkan gila. Pemerintah pun dikritik. Masyarakat ... Selengkapnya