Namanya Dwi. Sejak bayi, ia didiagnosis mengalami Cerebral Palsy. Dalam keterbatasannya, Dwi tumbuh di tengah kasih sayang Ibu Rohmah, seorang ibu yang dengan sabar merawatnya bersama sang adik, Dimas, yang mengalami Down Syndrome. Hari-hari mereka mungkin tidak selalu mudah, tetapi cinta, keteguhan, dan keikhlasan membuat keluarga kecil ini terus bertahan dan saling menguatkan.
Selama kurang lebih tujuh tahun, Dwi dan Dimas menjadi bagian dari keluarga besar Pusat Terapi Autis Yasmin, Depok. Melalui layanan terapi gratis bagi anak-anak difabel dari keluarga prasejahtera, para terapis tidak hanya memberikan pendampingan kepada anak, tetapi juga menemani perjalanan para orang tua. Tim Amal Khair Yasmin juga rutin hadir memberikan bantuan dan dukungan kepada keluarga Ibu Rohmah.
“Dwi adalah anak yang mengajarkan saya banyak hal, terutama tentang kesabaran, keikhlasan, dan rasa syukur. Saya merawatnya dengan segala kemampuan yang saya miliki. Walaupun sekarang Dwi sudah tidak bersama kami, kenangan dan kasih sayangnya akan selalu hidup di hati saya,” ungkap Ibu Rohmah, ibunda Dwi dan Dimas.
Pada Jumat, 10 Juli 2026, Dwi berpulang ke rahmatullah. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi para terapis dan tim Amal Khair Yasmin yang selama ini membersamainya.

“Dwi sudah menjadi bagian dari perjalanan kami selama bertahun-tahun. Kami menyaksikan langsung besarnya perjuangan dan kasih sayang Ibu Rohmah dalam merawat kedua anaknya. Bagi kami, Dwi bukan sekadar penerima manfaat, tetapi bagian dari keluarga Pusat Terapi Autis Yasmin,” ujar Ibu Nurjainah, Kepala Pusat Terapi Autis Yasmin.
Di tengah suasana duka, tim Amal Khair Yasmin tetap hadir untuk mendampingi dan menguatkan keluarga. Selamat jalan, Dwi. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga setiap kasih sayang, kesabaran, dan ketulusan Ibu Rohmah dalam merawat Dwi menjadi amal kebaikan dan pahala yang berlipat ganda. Al-Fatihah untuk almarhumah Dwi.
