Amal Khair Yasmin

Alumni PAUD Ceria Kini Menjadi Guru

Ada pertemuan yang bukan sekadar temu kembali. Ada pelukan yang menyimpan perjalanan panjang, doa, dan jejak kebaikan yang tumbuh selama puluhan tahun. Itulah yang dirasakan Miss Nana, salah satu pendidik di Ceria Yasmin, saat seorang wanita muda datang menghampirinya dan menyapanya.

“Assalamu’alaikum, Miss… Masih ingat saya?”

Miss Nana terdiam sejenak. Ia menatap wajah di hadapannya, mencoba mengingat sosok yang terasa begitu familiar. Dalam hitungan detik, ingatannya kembali pada tahun 2005. Bayangan seorang anak perempuan kecil berkuncir dua, yang gemar menggambar dan selalu malu-malu saat pertama kali masuk kelas, tiba-tiba hadir kembali.

“Lulu yaa…?” bisik Miss Nana.

Wanita muda itu mengangguk cepat. Air mata yang sejak tadi tertahan akhirnya jatuh. Dua puluh dua tahun telah berlalu. Anak kecil yang dulu belajar memegang pensil, mengeja huruf, dan menggambar di ruang kelas TK Ceria, kini telah tumbuh menjadi seorang wanita dewasa yang anggun.

Keduanya pun berpelukan erat. Rasa rindu, haru, dan bahagia seolah tumpah dalam pertemuan yang tidak pernah mereka sangka sebelumnya.

Benih Kebaikan yang Tumbuh

Dalam pertemuan itu, Lulu menyodorkan selembar brosur yang ia bawa. Brosur tersebut adalah Penerimaan Siswa Baru sebuah Sekolah Dasar Islam Terpadu di wilayah Ciseeng, Bogor.

“Miss, sekarang Lulu ngajar di sini. Lulu sekarang… jadi seorang guru, Miss,” ucap Lulu dengan penuh rasa hormat dan bangga.

Kalimat sederhana itu membuat hati Miss Nana bergetar. Bagi seorang pendidik, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar selain melihat anak didiknya tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat. Hari itu, Lulu datang bukan hanya sebagai alumni, tetapi juga sebagai rekan sejawat dalam dunia pendidikan.

“Dulu Miss Nana yang menanam benihnya di TK Ceria ini, sekarang Lulu sedang merawat benih-benih baru dalam kebaikan, Miss. Lulu ingin menjadi seperti Miss Nana,” ungkap Lulu lirih.

Ucapan itu menjadi bukti bahwa kasih sayang, kesabaran, dan ketulusan seorang guru tidak pernah benar-benar hilang. Ia tumbuh, berakar, lalu berbuah dalam kehidupan murid-muridnya.

PAUD Ceria Yasmin, Sekolah Gratis untuk Anak Dhuafa

PAUD Ceria Yasmin merupakan sekolah gratis binaan Yayasan Amal Khair Yasmin yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga dhuafa dan kurang mampu di wilayah Ciseeng, Bogor.

Sekolah ini telah berdiri sejak 22 tahun lalu dan terus menjadi ruang belajar yang penuh kasih bagi anak-anak usia dini. Di tempat inilah banyak anak mulai mengenal huruf, angka, doa, adab, serta nilai-nilai kebaikan yang menjadi bekal penting bagi masa depan mereka.

Bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, kehadiran PAUD Ceria Yasmin bukan hanya sekadar tempat belajar. Sekolah ini menjadi pintu harapan, tempat mereka mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak, lingkungan yang aman, serta pendampingan dari para guru yang mengajar dengan hati.

Estafet Kebaikan yang Terus Berlanjut

Pertemuan Miss Nana dan Lulu menjadi ruang nostalgia yang dipenuhi air mata dan tawa. Lulu bercerita bahwa kesabaran Miss Nana saat mengajarnya dahulu menjadi salah satu inspirasi dalam perjalanannya menjadi seorang guru.

Sabar yang dulu ia terima, kini ia teruskan kepada anak-anak didiknya. Perhatian yang dulu ia rasakan, kini ia hadirkan kembali untuk murid-muridnya. Kebaikan yang pernah ditanamkan di PAUD Ceria Yasmin, kini tumbuh menjadi amal yang terus mengalir.

Brosur PSB yang dibawa Lulu bukan sekadar kertas promosi. Bagi Miss Nana, brosur itu adalah tanda bahwa pendidikan yang diberikan dengan cinta dapat melahirkan generasi yang juga membawa cinta bagi orang lain.

Dua puluh dua tahun lalu, ia melangkah keluar dari sekolah kecil itu untuk menjemput masa depan. Hari ini, ia kembali untuk membuktikan bahwa cinta seorang guru dapat menjadi pelita yang menuntun anak didiknya menerangi masa depan orang lain.