Amal Khair Yasmin

Alumni SMA Cendekia/SPI Raih Juara 3 Lomba Video Jurnalistik Pena Bakti

Alumni SMA Cendekia/ Sekolah Pintar Indonesia (SPI), Mutia berhasil meraih juara 3 dalam Lomba Video Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Pena Bakti, Perhimpunan Jurnalis Muda STIM Budi Bakti. Prestasi tersebut diraih melalui karya video jurnalistik berjudul “Kelas Tanpa Dinding: Menjemput Masa Depan di Sekolah Pintar Indonesia (SPI)”.

Judul tersebut dipilih Mutia sebagai respons terhadap tema lomba, yakni “Transformasi Pendidikan di Era Digital: Membangun Generasi Berdaya Saing Global”. Melalui karyanya, Mutia ingin menunjukkan bahwa transformasi pendidikan bukan lagi sekadar konsep, melainkan telah diterapkan secara nyata, khususnya di SMA Cendekia atau Sekolah Pintar Indonesia (SPI).

Dalam video jurnalistiknya, Mutia menampilkan proses pembelajaran yang tidak terbatas pada ruang kelas dan didukung oleh fasilitas digital seperti tablet dan laptop. Ia menilai sistem pembelajaran modern tersebut mampu membekali siswa dengan daya saing di tingkat global. Selain itu, Mutia juga menyoroti peran SMA Cendekia/SPI yang telah berbasis global melalui kerja sama dengan lembaga Aflatoun.

SMA Cendekia/SPI merupakan salah satu program pendidikan gratis bagi anak yatim dan dhuafa Yayasan AK Yasmin yang berlokasi di Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Proses pembuatan video dilakukan dengan persiapan yang matang. Mutia menyusun narasi dan berkonsultasi dengan sejumlah guru di SMA Cendekia/SPI, salah satunya Ibu Zubaidah, guna memastikan materi yang disampaikan sesuai dan akurat. Dukungan sekolah juga dinilai sangat besar, termasuk peminjaman perlengkapan kamera dan alat pendukung dari Ibu Herlina.

Untuk memaksimalkan hasil, Mutia hanya memiliki waktu latihan selama dua hari, yang difokuskan pada teknik pengambilan gambar dan penyampaian berita di depan kamera. Meski demikian, proses produksi tidak lepas dari kendala. Keterbatasan kapasitas memori ponsel membuat Mutia harus meminjam perangkat lain untuk proses penyuntingan video. Ia juga harus begadang untuk menyelesaikan proses dubbing suara.

Mutia mengaku rasa lelah selama proses produksi terbayar dengan pencapaian juara 3 dalam lomba tersebut. Ia berharap karyanya dapat menginspirasi masyarakat luas sekaligus memperkenalkan SMA Cendekia/SPI sebagai bukti nyata transformasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. *Mutia-alumni SMA Cendekia/SPI.