Dalam upaya memperkuat pendidikan karakter dan keterampilan hidup bagi generasi muda, Yayasan Amal Khair Yasmin bersama Aflatoun International dan Bothnar Foundation berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Literasi Sosial dan Finansial untuk Guru SMK pada tanggal 27–29 April 2026 di Nemuru Hotel, Tangerang Selatan.
Kegiatan ini diikuti oleh 20 guru SMK dari wilayah Depok, Jakarta, dan Tangerang Selatan yang memiliki semangat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing. Selama tiga hari, para peserta dibekali berbagai materi dan praktik untuk menjadi fasilitator handal dalam bidang literasi sosial dan finansial bagi siswa.

Menjawab Tantangan Pendidikan Masa Kini
Di era yang penuh perubahan dan tantangan, siswa tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan sosial, kemampuan mengelola keuangan, serta kesiapan menghadapi kehidupan nyata dan dunia kerja. Melalui pelatihan ini, guru didorong untuk mampu membimbing siswa agar menjadi generasi yang lebih bijak dalam bersosial, bertanggung jawab dalam mengelola keuangan, dan memiliki karakter yang kuat.
Pelatihan dirancang secara interaktif dengan pendekatan partisipatif, mulai dari diskusi, simulasi pembelajaran, praktik fasilitasi, hingga studi kasus yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa SMK.
Apa yang Dipelajari?
Peserta mendapatkan berbagai materi penting, di antaranya:
- Penguatan literasi sosial dan finansial bagi remaja
- Strategi pembelajaran yang aktif dan menyenangkan
- Teknik fasilitasi dan pendampingan siswa
- Pendidikan karakter dan penguatan empati sosial
- Pengelolaan keuangan sederhana dan perencanaan masa depan
- Simulasi pembelajaran berbasis pengalaman nyata

Kolaborasi untuk Pendidikan yang Berdampak
Kolaborasi antara lembaga sosial, organisasi internasional, dan pemerintah ini menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan yang lebih relevan dan berdampak bagi masa depan generasi muda Indonesia.
Suasana pelatihan berlangsung hangat, aktif, dan penuh semangat kolaboratif. Para guru tidak hanya belajar, tetapi juga saling berbagi pengalaman dan inspirasi untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, sehingga siswa SMK tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga matang secara sosial, finansial, dan mental dalam menghadapi masa depan.
